Teori Dasar Perhitungan Lampu Lalu Lintas

Seiring berkembangnya jaman, maka semakin meningkat juga jumlah kendaraan yang ada. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang dapat mengatur lalu lintas pada suatu simpang jalan raya. Berikut ini akan saya paparkan teori pengaturan lampu lalu lintas selama saya mengambil mata kuliah Pengenalan Rekayasa Transportasi.

Langkah-langkah membuat sistem pengaturan lalu lintas:
a.) Dalam membuat suatu pengaturan, maka harus ditentukan kombinase fase yang akan digunakan. Dalam penentuan fase ini harus mempertimbangkan besar dan arah pergerakan masing-masing kendaraan. Tujuan pemilihan fase ini adalah guna menghindari titik konflik yang berlebihan ( khususnya konflik cross ).

NB : Semakin banyak fase yang digunakan, semakin sedikit titik konflik yang timbul,namun akan semakin banyak lost time

b.) Menentukan besar arus (Q) dari setiap lengan untuk setiap fase dalam satuan mobil penumpang ( smp ). Dalam hal ini cara mengkonversi arus lalu lintas dalam satuan smp adalah dengan menggunakan ekivalensi mobil penumpang untuk tipe pendekat dan tipe berlawanan. Nilai untuk ekivalensi mobil penumpang dapat dilihat pada gambar dibawah berikut

c.) Menentukan besar arus jenuh dari setiap lengan ( S ). Untuk menentukan nilai dari arus jenuh dapat menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI ) tahun 1997

NB : Untuk mendownload Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI ) dapat dilakukan melewati link ini :
http://www.4shared.com/document/6FFLYzky/Manual_Kapasitas_Jalan_Indones.html

d.) Menentukan faktor “y” untuk setiap lengan dari fase, Dimana rumus y = Q/S

e.) Menentukan besarnya lost time pada saat lampu hijau ( L1 ). Untuk penentuan besar L1 biasanya dilakukan dengan cara meperkirakan.

f.) Menentukan besarnya lost time pada saat intergreen period ( L2 = all red )

g.) Menentukan besarnya lost time dalam 1 siklus ( L ) dimana L = h* ( L1 + L2 ) ; dimana h adalah jumlah kombinase fase

h.) Menentukan optimum cycle time ( Co ). Nilai Co bisa didapatkan dari rumus
Co= (1.5 L+5)/(1- ∑yi)

i.) Menentukan effective green time untuk setiap fase dapat dihitung dengan rumus
EGT = yi ( Co-L)/∑yi untuk setiap i dimulai dari n = 1

j.)Menentukan actual green time untuk setiap fase dapat dihitung dengan rumus
AGT + yellow light = EGT + L2 ; dimana biasanya untuk yellow light adalah 3 sekon.

“Semoga bermanfaat untuk kita semua”

About these ads

~ oleh jeisenpailalah pada Mei 25, 2011.

Satu Tanggapan to “Teori Dasar Perhitungan Lampu Lalu Lintas”

  1. klo teori dasar perhitungan lampu jalan, ada gk mas bro? please

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: